nurrokhim's blog

Ambillah hikmah walau dari mana asalnya

detik detik menjelang dipanggilnya nabi muhammad S.A.W

ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar benar cinta
yang di contohkan allah melalui kehidupan rosul-nya

pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning,
burung burung gurun enggan mengepakan sayapnya

pagi itu… rosulullah dengan suara terbatas memberikan khotbah.

wahai umatku….
kita semua adalah dalam kekuasaan allah dan cinta kasih-nya
maka taati dan bertaqwalah kepada-nya

kuwariskan dua perkara pada kalian, al Qur’an dan sunnahku.

”barang siapa yang mencintai sunnahku, berarti mencintai aku.
dan kelak orang-orang yang mencintai aku, akan masuk syurga bersama-sama aku”

khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata rosulullah
yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

abu bakar menatap mata itu dengan berkaca kaca
umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya
usman menghela nafas panjang
ali menundukan kepalanya dalam-dalam

isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba…
” rosulullah akan meninggalkan kita semua ”
keluh hati semua sahabat ketika itu

manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.

tanda-tanda itu semakin kuat…

ali dan fadhal dengan cergas menangkap rosulullah
yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir disana
pasti akan menahan detik-detik berlalu.

matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.
sedang didalamnya, rasulullah sedang terbaring lemah
dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelapah kurma
yang menjadi alas tidurnya.

tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
bolehkah saya masuk..? ‘tanya-nya.
tapi fatimah tidak mengijinkan masuk. maaflah, ayahku sedang demam.
‘kata fatimah yang membalikan badan dan menutup daun pintu

kemudian ia kembali menemui ayahnya yang ternyata sudah membuka mata
dan bertanya kepada fatimah. ‘siapakah itu wahai anaku?’
‘tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya’ tutur fatimah lembut

lalu rasulullah menatap putrinya itu denga pandangan yang menggetarkan
seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang

ketahuilah, dialah yang memhapuskan kenikmatan sementara.
dialah yang memisahkan pertemuan didunia.
dialah malakul maut” kata rasulullah.

fatimahpun menahan ledakkan tangisnya

malaikat maut datang menghampiri, tapi rasulullah menanyakan
kenapa jibril tidak ikut sama menyertainya.

kemudian dipanggilah jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia
menyambut ruh kekasih allah dan penghulu dunia ini.

” jibril, tolong jelaskan apa hakku nanti dihadapan allah?”
tanya rasulullah dengan suara yang amat lemah.

pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu,
semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu.” kata jibril.

tapi itu ternyata tidak membuat rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

” engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya jibril lagi.
” kabarkan kepadaku,bagaimana nasib umatku kelak?”

” jangan khawatir wahai rasul allah, aku pernah mendengar allah berfirman kepadaku;
kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada didalamnya”
kata jibril.

detik-detik semakin kuat. saatnya izrail melakukan tugasnya.
perlahan ruh rasulullah ditarik,nampak seluruh tubuh rasulullah bersimbah peluh
urat-urat lehernya menegang

”jibril, batapa sakit sakaratul maut ini” perlahan rasulullah mengaduh.
fatimah terpejam, ali yang disampingnya menunduk semakin dalam
dan jibril memalingkan muka.

”jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu jibril?.”
tanya rasulullah kepada malaikat pengantar wahyu itu.

”siapakah yang sanggup melihat kekasih allah direnggut ajal.” jwb jibril.

sebentar kemudian terdengar rasulullah memekik.
karena sakit yang tidak tertahan lagi.

”YA ALLAH !!, dahsyat nian maut ini. timpakan saja semua siksa maut ini padaku
jangan pada umatku”

badan rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu

ali segera mendekatkan telinganya
” UUSHIIKUM BIS SHALATI, WA MAA MALAKAT AIMANUKU,
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang yang lemah diantaramu”

diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan.
sahabat saling berpelukan.

fatimah menutupkan tangan diwajahnya,
dan ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir rasulullah yang mulai kebiruan.

”UMMATII.. UMMATII.. UMMATII..”

dan berakhirlah hidup manusia yang memberi sinaran itu..

ALLAHUMMA SHOLI’ALA MUHAMMAD WA BARIK WA SALIM ALAIH..

betapa cintanya rasulullah kepada kita….

kami juga mencintaimu ya rasulullah.. dan cinta itu akan kami buktikan…

25 Oktober 2010 - Posted by | cinta | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: