nurrokhim's blog

Ambillah hikmah walau dari mana asalnya

Itulah hati.

Itulah hati.. Yg bersitanya tak mampu di diarahkan..
Yang kecondongannya tak mampu di atur..
Yang inginnya tak mampu di tekan..

Itulah hati, yg debarnya tak mampu dikendali..
Yg buncahan bahagianya tak mampu di tutupi..
Yg jeritanx tak mampu di redam..

Itulah hati..
Dia mengendali lakunya sendiri.. Kendati ribuan tali kekang ku pasangkan.. Tetap saja sulit untuk ku arahkan.. Maka kan ku dapat diriku dalam lelah yang berkepanjangan.. Karenamu duhai hati..

Diriku bgt paham akan langkah yg mulai menyalahi.. Begitu tahu akan terjalx jalan yg ku pilih.. Tapi bersitanx duhai hati, begitu kuat.. Seakan ribuan medan magnet menarik ke arahnya.. Ada apa dgn mu duhai segumpal daging di dada?

Sungguhkah diri ini telah mengendali dgn baik?
Tepatkah tali kekang telah ku pasang dgn benar? Ataukah..
Memang ku sengaja melemahkan kendaliku?
Ataukah tali kekang itu memang sengaja ku kendorkan..

Duhai beningnya qalbu..
Adakah syahwat mulai bermain d dalamx? Apakah putihmu telah ternoda bercak? Aku bingung, aku lelah..

Beribu macam tanya hadir dlm benakku.. Bermain di relung terdalam..

Ku coba..

Ku tahu mata adalah jendela hati.. Maka ku coba tundukkan pandanganku.. Agar tak dapat menatapmu.. Namun tahukah?
Di bawah ku dapati jejak kakimu, dan kembali ku melangkah bermain menapak jejakmu.. Berlari mencari tepinya dgn harap menemukanmu.. Lalu apa gunanya ku tundukkan pandanganku?? Jika kakiku tetap menapak di atas jejakmu..

Tapi tetap ku coba..

Ku mulai menghapus bayangmu.. Ku kurung diriku dalam ruang gulita tak berpendar.. Agar lenyap semua bayangan tentangmu.. Tapi tahukah?
Semakin ku liputi diriku dalam gelap semakin jelas cahayamu nanar dalam tiap pejam ku.. Lalu untuk apa gulita jika selalu ku temukan cahayamu dalam tiap pejamku?

Dan akan tetap ku coba..

Ku coba menanam ribuan duri tentangmu d hati, ku semai racun agar kau tak tumbuh merekah dlm dada.. Ku pasang tembok pembatas antara hatimu dan hatiku..
Tapi tahukah? Tiap duri yg ku semat tumbuh merangkai namamu..
Tiap racun yg ku tabur menjadi obat penawar luka..
Tiap tembok yg ku pasang, merambat hijau lumut melukismu..
Lalu apa lagi yg harus ku perbuat? Sunggu aku dalam lelah tak bertepi.. Dalam luka yg menganga.. Dalam jerit tak terucap..

Maka ku coba..

Ku hapus air mataku bukan dgn sapu tangan karena ku tahu tak akan mampu menyembunyikan sembabnya.. Maka ku hapus tiap tetesnya dgn wudhu yg menyejukkan.. Berharap tiap bercak noda d hati ikut luluh dan tersaput..

Ku pasang pembatas dgnmu bukan dgn duri, racun ataupun tembok.. Karena ku tau itu pun tak berguna.. Tapi dgn hamparan hijab syariat.. Dgn ilmu penawar hati.. Dengan lingkaran majelis zikir..

Tak akan ku coba hapuskan bayangmu, tapi ku kan mencoba menatapmu dgn biasa, mencintaimu dgn ikhlas.. Tanpa sedikitpun ingin memilikimu, tanpa sebersitpun ingin menggapaimu.. Dan ku mulai meninggalkan jejakmu.. Ku kan mbuat jejak sendiri di tiap langkahku menapak menuju cinta yg jauh lbh abadi..

Ketahuilah, tak akan ku coba menghapus cintamu, tp kan ku tutupi dgn cinta yg jauh lbh agung.. Cinta yg jauh lbh indah dan membumbung.. Yg ku yakin, Dia yg menentukan akhir dari tiap jejak kita..

Ku harap, suatu hari nanti, kaupun melangkah ke arah yg sama dgnku menuju cintaNya.. Agar kelak jejak kita dapat bertemu d ujung IradahNya….

——***——-
Aztriana..
Makassar,

17 Oktober 2010 - Posted by | puisi, Uncategorized | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: