nurrokhim's blog

Ambillah hikmah walau dari mana asalnya

Tentang kita…

manusia yang sering kali kurang bersyukur atas apa yang sudah ia dapat….

manusia yang sering kali merasa lelah dengan masalah yang selalu datang, yang seakan tidak akan pernah selesai

manusia yang sering kali membanding-bandingkan dirinya dengan kelebihan orang lain

manusia yang sering kali berkeluh kesah

manusia yang sering kali merasa bahwa bebannya lebih berat dari beban yang orang lain rasakan….

manusia yang sering kali berprasangka pada orang lain, pun pada yang Allah berikan

manusia yang selalu bertanya pada Allah, kenapa harus aku ya Allah, saat permasalahan datang padanya

manusia yang sering kali kurang puas atas rezeki yang ia peroleh

manusia yang sering kali bertanya “kenapa bukan saya ya Allah” saat kenikmatan menghampiri saudaranya…

sahabat,

begitulah yang sering terjadi pada diri kita sebagai manusia, sering berprasangka, sering merasa kurang, sering berkeluh kesah, bertanya-tanya atas keberhasilan orang lain dll….

begitu indahnya syaitan mempermainkan diri kita, sehingga kita selalu berprasangka dengan apa yang telah Allah berikan

betapa kita telah membiarkan diri ini tenggelam oleh hawa nafsu yang menjadi sarang atas segala dosa dan gudang dari keburukan. ….

sahabat,

takutlah hanya kepada Allah yang mengetahui dosa-dosa kita yang tersembunyi, Allah mengetahui isi hati kita, pun apa yang kita sembunyikan dari mata manusia…

dosa-dosa itu yang akan menjauhkan kita dari Allah….

dosa-dosa itu yang akan menghalangi kita untuk bertemu dengan-Nya…

dosa-dosa itu yang akan mencegah kita berteman dengan para kekasih-Nya…

dan, apabila dosa-dosa itu terus menempel pada diri kita, maka kita akan terjatuh pada kehinaan dan terbelit kerugian….

dan, ketika kita semakin tenggelam dalam dosa-dosa itu, maka akan ada suara-suara yang berseru

“menjauhlah dari kami, engkau takkan mendapat kesempatan berduaan dengan Kami, wahai orang yang ingkar janji, engkau telah lalai dan menghianati kami, engkau telah berpaling dari kami dan tak pernah menaati, lalu kini engkau mengharap ridha yang telah jauh sekali, bagaimana Kami akan melihatmu, yang baru kini mendekati Kami, setelah sekian lama hari-harimu berlalu dengan melalaikan Kami, wahai penghianat janji, tiada yang pantas berhubungan dengan Kami, kecuali mereka yang sungguh-sungguh mendekati” (Ibnu Jauzi)

sekecil apapun dosa yang kita lakukan, niscaya semua akan dihitung oleh Allah, rasa benci yang tersembunyi, rasa iri yang terpendam, rasa sombong lewat lirikan mata, semua akan ditanya oleh Allah….

sahabat,

sesungguhnya ketika kita dikuasai oleh dosa-dosa, maka yang terjadi adalah, tiada rasa sedih ketika kesempatan beramal ibadah terlewatkan sia-sia, dan ketika kita terus tenggelam dengan hal-hal yang dilarang Allah, maka tidak ada rasa sesal disana… naudzubillahminzalik…

sahabat,

hari kemarin telah lepas dari genggaman kita. Kita tak pernah lagi bisa bertemu atau menarik waktu yang kemarin. Padahal hari kemarin, jika kita mau, maka banyak kesempatan utuk beramal taat. Tetapi kita tidak melakukannya. Dan, apakah hari ni kita tidak menyesal??….

ketika kita kehilangan kesempatan untuk beramal kepada Allah, adakah rasa risau melanda hati kita? ataukah rasa gelisah? atau rasa menyesal…..

sahabat,

sekolah Ramadhan baru saja berlalu, sekolah yang telah memberi kita begitu banyak pelajaran, tentang diri yang selalu menggugat Allah, tentang rasa syukur yang tak kunjung datang, pun tentang segala hal yang tak patut kita pertanyakan.

Masa sekolah ramadhan tahun ini telah usai, namun, apakah kita telah lulus dengan baik, apakah kita telah meraih nilai yang di standarkan oleh Allah? adakah pada masa sekolah kemarin kita selalu bermuhasabah?….

sahabat,

jangan biarkan pelajaran-pelajaran itu hilang begitu saja…

saat-saat bermuhasabah di penghujung malam, tetap dirikanlah…

saat-saat saling memaafkan, tetap lakukanlah

saat-saat memberi pada yang kurang, teruslah lakukan….

saat-saat kita perbanyak dzikir, tilawah, berbagi….

jangan pernah berhenti melakukan semua itu hanya pada saat Ramadhan saja,

hidupkanlah terus cahaya Ramadhan sepanjang hari, sepanjang bulan, sepanjang tahun, hingga kita bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan insyaAllah masih dalam keadaan fitri, seperti kita lulus dari sekolah Ramadhan tahun ini, dalam keadaan fitri.

sahabat,

tiada yang dapat meredam dosa-dosa kita, selain rasa takut yang menggetarkan atau rasa rindu yang menggelisahkan. Rasa takut kepada Allah dan rasa rindu hanya kepada Allah, Yang Maha Benar…

“Ya Allah, penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar, lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu, dan keindahan bertawakkal di jalan-Mu”

14 September 2010

)I(ummi Adam)I(

14 Oktober 2010 - Posted by | hikmah, kehidupan, renungan, sahabat, syukur, Uncategorized | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: