nurrokhim's blog

Ambillah hikmah walau dari mana asalnya

DUHAI ISTRIKU

Kehadiranmu
memancarkan seribu kesyukuran buat diriku,

Pada diriku, tiada sesuatu yang istimewa untuk dipersembahkan buatmu,

Karena aku…bukanlah yang terhebat,

Karena aku…bukanlah yang terbaik,

Karena pada diriku…banyak kekurangan,

Namun dikau tetap saja menerima dan memilihku sebagai seorang suami…

Istriku…

Yang aku kejar hanyalah untuk meraih keridhaanmu, demi mencapai keridhaan Allah…

Istriku…

Ku tahu, dibalik kejernihan matamu, dibalik kebersihan wajahmu, dibalik senyum manismu,

Tersembunyi seribu satu kisah suka dan duka,

Kepayahan memperjuangan kebenaran agama,

Terkadang dikau menderita menerima cemoohan dan celaan manusia,

Sengsara menanggung musibah yang tak pernah reda,

Itulah lumrah dakwah…jalannya tak ditabur dengan bunga,

Namun dikau tetap bersabar demi meraih pahala,

Ku doakan buatmu Syurga,

Moga kita bertemu dan tetap saja bersama di sana

Duhai istriku… yang tercinta…

Istriku…

Kuatkanlah hatimu, tabahkan jiwamu, bakar semangatmu,

Ketahuilah aku sentiasa mendukungmu,

Ingatlah janji Allah itu adalah benar dan sangat indah buat hambanya yang sabar,

Insha Allah perjuanganmu takkan sia-sia duhai Istriku…,

Semoga Allah menghadiahkan buatmu syurgaNya yang kekal selamanya,

Andai dirimu menempuhi segalanya dengan sabar dan redha,

Andai dirimu ikhlas berjuang demi Allah Yang Maha Esa…

Istriku…

Apa yang kuharapkan..

Bukanlah mencari seorang istri yang cantik rupanya,

Bukanlah mengharapkan istri yang cantik ,

Bukan kutagih minta diperhatikan,

Bukan ku rela dipuja dengan cantik dan rupawan,

Bukan semua itu semata-mata,

Itu semua tak membawa makna

Seandainya tidak didahulukan dengan agama,

Hidup kita juga mungkin tak beroleh bahagia…

Istriku…

Ku mengharapkan…

Dikau membantuku ke arah jalan keselamatan,

Berpedomankan generasi pilihan dan terbaik sepanjang zaman,

Kau menyadarkan aku akan cinta Tuhan,

Kau mengajarku arti kesabaran,

Kau hiasi diriku dengan pakaian cinta keimanan dan cinta ketaqwaan,

Kau mendidik diriku akan cinta ketabahan,

Istriku…

Semoga insan lain sedang nyenyak tidur di malam yang sepi,

Dikau mengejutkan aku atau aku yang mengejutkanmu dari alunan mimpi,

Di sepertiga malam terakhir kita berdua bangun bermunajat pada Ilahi,

Memohon keampunan dari Allah yang saat itu turun ke langit bumi,

Mari kita contoh teladan Nabi,

Menjadi hamba yang sentiasa mensyukuri,

Akan nikmat Allah yang melimpah luah tidak terperi,

Segala ujian yang mendatang bersama kita arungi,

Moga ketabahan, kesabaran, keridhaan, dan istiqomah sentiasa mengiringi.

Istriku…

Janganlah dikau menangis,

Kerana tangismu turut mengundang duka di hatiku,

Istriku…

Janganlah dikau bersedih,

Sesungguhnya Allah sentiasa bersamamu,

Duhai Istriku…

Ketahuilah, daku mencintaimu karena Allah…

2 Oktober 2010 - Posted by | puisi, Uncategorized

1 Komentar »

  1. betapa beruntungnya yg menjadi istrimu… Hehehe

    Komentar oleh desi gajayana | 2 Oktober 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: