nurrokhim's blog

Ambillah hikmah walau dari mana asalnya

Apa yang kalian rasakan ketika hendak dilahirkan..?????

Suatu ketika

seorang bayi siap untuk

di lahirkan ke dunia

Menjelang di turunkan dia

bertanya kepada tuhan.

“Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia,

tetapi bagaimana cara saya hidup di sana ? Saya begitu kecil dan lemah,”kata si bayi,

Tuhan menjawab,”Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu,”

“tapi di surga, apa yang saya lakukan

hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup

untuk bagi saya untuk bahagia,”

demikian kata si bayi.

Tuhan pun menjawab,

“malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari,

dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya, dan jadi lebih bahagia.

Sibayi pun bertanya kembali,

“Dan apa yang dapat saya lakukan

saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”

Sekali lagi Tuhan menjawab,

“Malaikat mu akan mengajarkan bagai mana cara kamu berdo’a.”

Si bayi pun masih belum puas,

ia pun bertanya lagi,

“Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,

siapa yang akan melindungi saya?”

Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab,

“Malaikatmu akan melindungimu,

dengan taruhan jiwa sekalipun.”

Si bayi pun tetap belum puas

dan melanjutkan pertanyaanya.

“Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”

Dan Tuhan pun menjawab.

“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku,

dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku,

Walau sesungguh nya Aku selalu berada di sisimu.”

Saat itu surga begitu tenang nya, sehingga suara dari bumi

dapat terdengar, dan sang anak dengan suara lirih bertanya,

“Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat

di rumahku nanti?”

Tuhan menjawab,

“Kamu dapat memanggil

malaikatmu……. IBU……”

Kenanglah Ibu yang menyayangimu,

untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika aku pergi……….

Ingatlah engkau,

ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak

dengan dua selimut membalut tubuhmu.

Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu ?

Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu

ketika ia melihatmu terbaring sakit..?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan

kepulanganmu di rumah tempat kau di lahirkan.

Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu

rindu akan senyumanmu.

Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi

yang selalu membuatmu lupa untuk pulang

segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu

bahkan sampai malampun kian larut

Jangan kau biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa

datang……..

ketika ibu telah tiada……….

tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita

Tak ada lagi senyuman indah…….

tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya.

Yang ada hanyalah baju yang tergantung di lemari kamarnya.

Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan.

Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam

ketika engkau sakit…..

tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu

di setiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera……..

peluklah ibu yang selalu menyayangimu…

Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu

dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.

Sahabat………. berdo’alah untuk kesehatanya

dan rasakanlah pelukan cinta kasih sayangnya

jangan biarkan engkau menyesal di masa datang

kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu….

kenanglah semua-cinta dan kasih sayangnya……

Ibu…. maafkan aku.

Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas

TERIMAKASIH IBU

29 September 2010 - Posted by | kehidupan, renungan, Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: