nurrokhim's blog

Ambillah hikmah walau dari mana asalnya

Tersenyumlah, Hati yang Remuk..

Teruntuk insan yang hatinya sedang diremukkanSapu air matamu yang mengalir derasRedam bara emosi yang bergejolak memanasEngkau tercipta bukan untuk menangisi zaman.

Ataupun menyesali duka laraUsah tenggelam dalam kubangan nestapaJika cintamu mengalami kegagalanJika ta’arufmu kandas di jalan.

Tersenyumlah…Awan hitam selalu menyimpan pelangiBegitupun Sang Penggenggam nyawaDia selalu punya rahasia dan bijaksanauntuk membuat dewasa makhluk-Nya.

Cinta suci sedang menunggumuTetapi engkau harus sabar menantikanCinta itu akan menjemputmuDi masa yang telah Dia rencanakan.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkanJangan berikan celah pada syaitanyang membuat semangatmu terlemahkanPerihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langitAtaupun robeknya kulit bumi.

Allah menempa pribadi tangguhmuDalam butiran air matamuDalam jeritan derita batinmuDalam rintihan sesaknya nafasmu.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkanPasang surut laut adalah kepastianTawa dan tangis adalah kewajaranTakdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.

Sebuah ketetapan Sang PenguasaJika engkau tak dapatkan pasangan di duniaBukan berarti Allah memberimu petakaTapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindahYang menantimu di JannahYang kan menemani jiwamu yang resah

Tersenyumlah…Dalam kesabaran munajad panjangmuMeski tajamnya duri mencabik-cabik lukamuMeski remuk redam menyerang hatimu.

27 September 2010 - Posted by | hikmah, kata hikmah, puisi, Uncategorized | ,

1 Komentar »

  1. wow.. Menarik bnget artikel ini.., bgmn bs kau tau hatiku sdng dihianati.. Tp kn q dh agk lega baca artikel iini

    Komentar oleh desi gajayana | 1 Oktober 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: